Dividen Saham Syariah: Panduan Lengkap dan Strategi Meningkatkan Pendapatan Halal dari Pasar Saham
birtnest.com – Investasi saham tidak selalu identik dengan spekulasi atau ketidakpastian. Dalam pasar modal syariah, terdapat prinsip-prinsip keuangan Islam yang mengatur bagaimana keuntungan dibagikan secara adil dan halal, salah satunya melalui dividen saham syariah.
Konsep ini menjadi pilihan menarik bagi investor Muslim yang ingin berinvestasi tanpa melanggar prinsip syariah, namun tetap memperoleh imbal hasil yang kompetitif.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana dividen saham syariah bekerja, manfaatnya, serta strategi untuk memilih saham syariah yang rutin membagikan dividen.
Apa Itu Dividen Saham Syariah?
Dividen saham syariah adalah pembagian keuntungan perusahaan berbasis syariah kepada para pemegang sahamnya. Keuntungan ini berasal dari kegiatan usaha yang sesuai dengan prinsip Islam bebas dari riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).
Dalam sistem keuangan syariah, pembagian dividen dipandang sebagai hasil dari akad musyarakah atau mudharabah, di mana pemegang saham ikut menanggung risiko dan berhak atas bagian keuntungan perusahaan secara proporsional.
Berbeda dengan bunga atau keuntungan tetap, dividen saham syariah hanya diberikan jika perusahaan memperoleh laba. Dengan demikian, sistem ini mendorong keadilan dan transparansi dalam bisnis.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
ISSI adalah kumpulan saham yang dinyatakan memenuhi prinsip syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional MUI (DSN-MUI). Investor dapat memilih saham dari daftar ISSI untuk memastikan bahwa dividen yang diterima berasal dari sumber halal.
Prinsip Syariah dalam Pembagian Dividen
Pembagian dividen dalam saham syariah harus mengikuti fatwa DSN-MUI No. 135/DSN-MUI/V/2020 tentang saham syariah di pasar modal. Beberapa prinsip pentingnya antara lain:
- Sumber keuntungan halal – perusahaan tidak boleh bergerak di bidang riba, alkohol, perjudian, atau barang haram lainnya.
- Transaksi tanpa riba dan spekulasi – seluruh kegiatan bisnis dan investasi harus berdasarkan nilai riil, bukan derivatif atau transaksi spekulatif.
- Pembagian keuntungan berdasarkan kinerja – dividen hanya dibagikan jika ada keuntungan bersih, bukan jaminan tetap.
Dengan prinsip ini, dividen saham syariah menjadi bentuk investasi yang selaras dengan nilai keadilan dan keberkahan.
Mengapa Dividen Saham Syariah Menarik untuk Investor
Ada sejumlah alasan mengapa semakin banyak investor memilih saham syariah dengan dividen rutin:
- Kepastian hukum dan etika: semua kegiatan diawasi oleh OJK dan DSN-MUI.
- Potensi return stabil: saham syariah umumnya berasal dari sektor konsumsi, energi, dan infrastruktur yang memiliki arus kas kuat.
- Cocok untuk strategi jangka panjang: dividen berkala bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang halal.
- Transparansi lebih tinggi: laporan keuangan dan tata kelola perusahaan syariah lebih ketat.
Selain keuntungan finansial, investasi ini memberikan ketenangan spiritual, karena hasil yang diperoleh berasal dari usaha yang sah dan sesuai prinsip Islam.
Bareksa Saham Syariah
Bareksa menawarkan layanan edukasi dan simulasi investasi syariah. Melalui portal ini, pengguna dapat mengecek daftar saham syariah yang terdaftar di ISSI, memantau potensi dividen, serta membandingkan performa antar emiten.
Cara Menghitung Dividen Saham Syariah
Dividen saham syariah dihitung berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dan besaran dividen per saham (DPS) yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Rumus sederhananya:
Dividen yang Diterima = Jumlah Saham × Dividen per Saham (DPS)
Contoh: Jika kamu memiliki 1.000 saham dari PT Telkom Syariah Tbk dengan DPS Rp120, maka total dividen yang kamu terima adalah Rp120.000.
Dividen ini akan masuk ke rekening efek secara otomatis pada tanggal pembayaran (payment date).
TradingView Chart
Melalui TradingView, investor dapat menganalisis tren harga saham syariah dan melihat riwayat pembagian dividennya. Grafik dividen historis membantu memproyeksikan potensi pendapatan masa depan dan menilai konsistensi perusahaan dalam membagikan laba.
Contoh Saham Syariah di Indonesia yang Rutin Membagikan Dividen
Beberapa emiten syariah di Indonesia terkenal rutin membagikan dividen setiap tahun. Di antaranya:
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – saham syariah di sektor konsumsi yang konsisten membagikan dividen lebih dari 90% dari laba bersih.
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – bagian dari ISSI, memiliki rasio dividen yield stabil antara 3–5% per tahun.
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – bisnis makanan halal dengan pembagian dividen reguler.
- PT Astra International Tbk (ASII) – meski konglomerat, tetap masuk daftar saham syariah dan dikenal dengan dividen besar.
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – saham syariah di sektor farmasi yang stabil dan terus tumbuh.
Kelima emiten ini menjadi contoh ideal bagi investor syariah yang menginginkan pendapatan pasif halal dengan risiko relatif rendah.
IDX Syariah
IDX Syariah menyediakan informasi lengkap tentang kinerja saham syariah dan indeks ISSI.
Investor dapat memanfaatkan laporan tahunan dan jadwal pembagian dividen untuk menilai stabilitas perusahaan.
Strategi Memilih Saham Syariah dengan Dividen Tinggi
Menentukan saham syariah yang layak dibeli tidak cukup hanya dengan melihat nominal dividen. Ada beberapa faktor penting lain yang perlu diperhatikan:
1. Konsistensi Laba
Pilih perusahaan dengan pertumbuhan laba stabil minimal 3–5 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan manajemen perusahaan yang efisien dan potensi pembagian dividen berkelanjutan.
2. Rasio Dividen Payout
Periksa rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih (Dividend Payout Ratio). Rasio ideal untuk saham syariah biasanya antara 40–70%, agar tetap ada ruang untuk ekspansi bisnis.
3. Kinerja Arus Kas
Pastikan perusahaan memiliki arus kas operasi positif, karena dividen dibayar dari kas, bukan hanya laba akuntansi.
4. Rasio Utang Rendah
Dalam prinsip syariah, rasio utang berbasis bunga tidak boleh melebihi 45% dari total aset. Ini menjamin bahwa perusahaan tidak bergantung pada pembiayaan ribawi.
Stockbit Screener
Stockbit menyediakan fitur Screener Syariah, di mana investor dapat memfilter saham berdasarkan rasio utang, dividen yield, dan status kepatuhan syariah.
Fitur ini sangat membantu dalam memilih saham halal yang berpotensi memberikan dividen tinggi secara konsisten.
Manfaat Memiliki Saham Syariah dengan Dividen
Berinvestasi pada saham syariah yang rutin membagikan dividen memiliki banyak manfaat strategis:
- Pendapatan Pasif Halal: Dividen dapat menjadi sumber penghasilan rutin tanpa harus menjual saham.
- Stabilitas Portofolio: Saham dividen cenderung lebih stabil dibanding saham pertumbuhan tinggi.
- Reinvestasi Dividen: Dividen yang diterima dapat digunakan untuk membeli saham tambahan, meningkatkan potensi compounding return.
- Kepastian Etis: Investor mendapatkan ketenangan karena investasinya sesuai syariat Islam.
Bibit Syariah
Aplikasi Bibit Syariah memudahkan investor untuk membeli saham atau reksa dana syariah yang menyalurkan hasil investasinya ke sektor halal.
Investor juga dapat mengatur pembelian rutin otomatis untuk membangun portofolio saham syariah jangka panjang.
Cara Membeli Saham Syariah dengan Potensi Dividen
Langkah-langkah membeli saham syariah cukup mudah:
- Buka rekening saham syariah di sekuritas yang memiliki layanan Syariah Online Trading System (SOTS), seperti Mandiri Sekuritas Syariah, Ajaib Syariah, atau BSI Sekuritas.
- Pilih saham dari daftar ISSI atau JII sebagai referensi awal.
- Gunakan analisis fundamental untuk menilai prospek laba dan kebijakan dividen.
- Lakukan pembelian secara bertahap (DCA) untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
Cara Membeli Saham Syariah di Platform Online
Kamu bisa memulai investasi saham syariah langsung melalui aplikasi:
Buka Akun di Ajaib Syariah
Investasi Saham di Bibit Syariah
Trading Syariah di MOST Mandiri Sekuritas
Platform ini menyediakan verifikasi cepat, edukasi keuangan Islami, dan pembelian saham syariah langsung dari smartphone.
Mandiri Sekuritas Syariah (MOST)
MOST Syariah menghadirkan sistem perdagangan saham berbasis fatwa DSN-MUI. Investor dapat mengakses laporan riset saham halal, jadwal dividen, serta rekomendasi pembelian sesuai indeks syariah.
Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun tergolong aman dan etis, investasi saham syariah juga memiliki risiko, seperti:
- Fluktuasi harga pasar: nilai saham bisa turun meskipun perusahaan tetap syariah.
- Ketergantungan pada kebijakan perusahaan: tidak semua emiten membagikan dividen setiap tahun.
- Kepatuhan syariah yang berubah: perusahaan bisa dikeluarkan dari ISSI jika melanggar prinsip syariah.
Oleh karena itu, investor perlu memantau daftar ISSI secara berkala dan melakukan evaluasi portofolio setiap enam bulan.
Kesimpulan
Dividen saham syariah adalah solusi investasi yang menggabungkan keuntungan finansial dan ketenangan spiritual.
Dengan memahami prinsip syariah, strategi pemilihan saham, serta dukungan teknologi investasi modern, setiap investor dapat memperoleh hasil optimal tanpa melanggar nilai-nilai Islam.
Mulailah dengan memilih saham dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), pantau kinerja dividen, dan manfaatkan platform investasi syariah untuk mempermudah pengelolaan portofolio.
FAQ
1. Apakah semua saham di BEI memiliki dividen syariah?
Tidak. Hanya saham yang masuk daftar ISSI dan disetujui oleh DSN-MUI yang dianggap sesuai syariah.
2. Bagaimana cara mengetahui jadwal pembagian dividen saham syariah?
Informasi resmi dapat dilihat di situs idx.co.id/syariah atau melalui aplikasi sekuritas seperti Stockbit dan Ajaib Syariah.
3. Apakah dividen saham syariah bebas pajak?
Tidak, dividen tetap dikenakan pajak sesuai ketentuan pemerintah (biasanya 10%). Namun pembagian dan sumbernya tetap halal menurut hukum syariah. (AI)
